INILAH KAMI

Instansi pendidikan yang dikenal masyarakat mampu dijadikan sebagai sekolah percontohan, kami menyadari bahwa tidak ada hasil yang sempurna. Selalu ada halang dan rintang di tengah perjalanan. Maka dengan membangkitkan rasa syukur, kami yakin tujuan yang didasari dengan cinta kasih akan memberikan nyawa untuk terus hidup.

TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI

Tantangan dunia pendidikan saat ini selain perlu meningkatkan produktivitas kerja secara nasional, serta pemerataan ekonomi sebagai upaya pemeliharaan dan pembangunan. Di sisi lain juga adanya tantangan, dimana pendidikan di Indonesia masih memiliki sejumlah kendala seperti keterbatasan akses pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru yang dinilai masih kurang. Terlebih di wilayah terpencil.

Hal ini menyebabkan terjadinya tantangan pada pendidikan di era globalisasi, yang seharusnya pada era globalisasi ini kita harus semakin bersaing agar tidak tertinggal, dikarenakan perubahan yang semakin pesat.

15 TAHUN MELANGKAH

15 tahun awal kami, kami telah membentuk anak bangsa menjadi pribadi yang membanggakan melalui pendidikan. Kami yakin anak Indonesia yang memiliki potensi namun sulit untuk mendapatkan hak bersekolah, akan terselamatkan ketika didukung oleh pihak-pihak yang memiliki visi yang sama. Mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Seperti bunyi sila ke-5, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Memahami makna pancasila secara mendalam, kami yakin anak Indonesia mampu mewujudkan impiannya melalui dasar pendidikan yang mumpuni. Kami menyadari, minimnya tenaga pendidik, jarak mobilitas, faktor ekonomi, dan kurangnya perhatian dari berbagai pihak untuk kalangan menengah ke bawah, menggerakkan hati kami untuk memberikan pendidikan yang sama rata dan layak. Mulai dari teori-teori kurikulum yang mengikuti standar nasional, moril yang meningkatkan kepercayaan diri dalam berinteraksi di dunia dalam maupun luar sekolah, dan segala kebutuhan yang kami sediakan untuk keberlangsungan hidup anak-anak daerah selagi mereka menempuh pendidikan. 

Menyadari ragam latarbelakang anak-anak dari berbagai daerah, pengembangan diri melalui life skill yang memungkinkan anak Indonesia siap bersaing di dunia digital kreatif, khususnya menyiapkan jiwa-jiwa entrepreneur yang setara dengan pelaku usaha lain di Indonesia. Menjadi nilai tambah dan penting bagi kehidupan siswa-siswi SMA Selamat Pagi Indonesia selanjutnya. Life skill telah menjadi ciri khas utama yang kuat dari Sekolah Selamat Pagi Indonesia hingga saat ini.

MENGINJAK DUA DEKADE SELAMAT PAGI INDONESIA

Setelah melalui lebih dari satu dekade, kami berkomitmen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan visi membentuk manusia Indonesia yang berjiwa Pancasila, unggul, mandiri, berbudaya, cinta lingkungan, dan mampu bersaing di era global. 

Dengan misi menjadikan generasi mandiri melalui metode penilaian Pray, Attitude, Knowledge, Skill, dan Action (P.A.K.S.A) kami telah mematahkan stigma bahwa keterbatasan itu hanya mitos belaka. Semua diyakini dengan percaya adanya kuasa Yang Maha Esa dengan mewujudkan harapan-harapan sederhana anak-anak daerah untuk melanjutkan sekolah dan kehidupan yang lebih layak. Dengan konsep sekolah yang berbeda sejak awal berdiri, sekolah mengutamakan keberagaman, pendidikan kewirausahaan hingga sekolah alam yang sarat dengan berbagai terobosan.

PERTUMBUHAN SIGNIFIKAN SEKOLAH SELAMAT PAGI INDONESIA

APA KATA ALUMNI ?

Ditinggal pergi selamanya oleh sang ayah saat berusia 10 tahun dan harus mengalami kesulitan perekonomian. Di saat kelas 3 SMP, barulah mengenal SMA Selamat Pagi Indonesia melalui sanak famili. Beruntung, selain bisa melanjutkan pendidikan, bersekolah di SMA Selamat Pagi Indonesia juga tidak mengeluarkan biaya apapun. Di sisi lain, pengalaman mendapatkan banyak hal juga didapatkan melalui SMA Selamat Pagi Indonesia untuk peningkatan skill.

“Harapan ketika lulus, saya bukan hanya bisa mendapatkan ijazah SMA, tapi juga bisa mendapatkan tambahan skill yang bisa jadi modal saya ketika terjun ke dunia masyarakat nanti”

Motto hidup yang selama ini dipegang Kak Ridwan ?

“Semua itu hanya sampai pukul 24.00. Setiap kebahagiaan, kesedihan, amarah, keberhasilan, dan kegagalan hanya bertahan sampai pukul 24:00. Begitu pukul 00:01, maka lembaran baru dan cerita baru, kesempatan baru untuk menuliskan dan mengukir banyak kisah pembelajaran dalam hidup ini.”

Ridwan Dinar Maleo. Bandung. Islam

Terlahir dari keluarga yang kurang mampu, sejak berusia lima tahun hanya berjuang bersama sang ayah. Setelah lulus SMP, sempat bingung antara tetap melanjutkan pendidikan atau menjaga toko saja di pasar karena terkendala biaya. Sampai akhirnya, sang paman menginformasikan tentang sekolah gratis, Selamat Pagi Indonesia. Rasa syukur berkali lipat, selain dapat melanjutkan pendidikan ke SMA, sampai saat ini juga menjadi mahasiswa aktif di perguruan tinggi yang juga masih satu yayasan dengan Selamat Pagi Indonesia.

“Harapan saya, tetap bisa belajar banyak melalui bisnis yang ada disini. Bertumbuh dan mengembangkan potensi diri untuk lebih menguasai banyak hal. Tidak banyak sekolah yang bisa memberikan pembelajaran yang sebanyak dan sedetail ini tentang life skill, bahkan dengan praktek lapangan yang nyata.”

Motto hidup yang selama ini dipegang Kak Adie ?

“Make jealous being an inspiration”. Buatlah rasa cemburumu terhadap kesuksesan seseorang menjadi inspirasimu, bahwa kamu juga bisa meraih hal yang sama, bahkan lebih.

Mochamad Adie Poernomo. Tuban. Islam.

Berawal dari kecelakaan ayahanda tercinta pada tahun 2007 dan terpaksa harus menjual aset demi kesembuhan sang ayah. Sepuluh tahun kemudian,  tahun 2017 sang ibu dipanggil Yang Maha Kuasa karena diagnosis penyakit diabetes melitus. Seringkali merasa sedih, kecewa, bahkan marah kepada Tuhan atas ketidakadilan yang dialami. Sejak saat itu, ekonomi keluarga tidak stabil. Jangankan untuk melanjutkan sekolah, untuk makan sehari-hari saja sangat kebingungan. Hingga akhirnya, dikenalkan tentang SMA Selamat Pagi Indonesia oleh orang baik, saya mendaftarkan diri di SMA Selamat Pagi Indonesia.

“Saya berdoa SMA SPI selalu tetap berjaya. Terus memaksimalkan pendidikan life skill untuk siswa-siswinya. Saya juga berdoa agar SMA sangat baik Indonesia ini bukan hanya sekolah untuk mencerdaskan, tetapi juga bisa mensejahterakan siswa-siswinya.”

Motto hidup yang selama ini dipegang Kak Cantika ?

“Be a grateful and happy person.”

(Chantika Deswanty. Pacitan. Islam)

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart

No products in the cart.